A.
Penyesuaian
Diri Dalam Pekerjaan
Pengertian
Lingkungan
kerja merupakan faktor luar bagi manusia, baik bersifat fisik maupun nonfisik
dalam suatu organisasi. Fieldman (1983) menyatakan bahwa antara lingkungan
kerja dengan kepuasan kerja terdapat hubungan yang positif, dan lingkungan
kerja mempengaruhi produktivitas kerja suatu organisasi. Pembentukan lingkungan
kerja sangat terkait dengan kemampuan individu yang ada didalammya dan
produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh faktor fisik, biologis, fisiologis,
mental, dan sosial ekonomi dari seorang individu yang bekerja (Sumamur, 1986).
Jika terdapat kesesuaian dengan lingkungan kerja maka individu akan berusaha
untuk mempertahankannya. Jika tidak, individu akan berusaha untuk melakukan
penyesuaian diri. Bila individu mengalami kegagalan, maka individu tersebut
akan meninggalkan lingkungan kerjanya. Proses inilah yang disebut sebagai
penyesuaian diri dalam lingkungan kerja.
Kepuasan Kerja
Robbins
(1996) mendefenisikan kepuasan kerja sebagai suatu sikap umum terhadap
pekerjaan seseorang, selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang
pekerja dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Sementara
menurut Berry (1998), kepuasan kerja adalah sikap kerja yang meliputi elemen
kognitif, afektif, dan perilaku, yang diperkirakan memberi pengaruh pada
sejumlah perilaku kerja. Locke (dalam Berry, 1998) mengatakan bahwa kepuasan
kerja sebagai reaksi individual terhadap pengalaman kerja dan diartikan sebagai
komponen kognitif dari pengalaman kerjanya.
Dari
definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap atau
perasaan karyawan terhadap aspek-aspek yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan mengenai pekerjaan sesuai dengan penilaian masing-masing pekerja.
Perubahan Dalam Persediaan dan Permintaan
serta Berganti Pekerjaan
1. Keluar (exit) ->
Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan. Termasuk
mencari pekerjaan lain.
2. Menyuarakan (voice)
-> Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui usaha aktif dan konstruktif
untuk memperbaiki kondisi, termasuk memberikan saran perbaikan.
3. Mengabaikan (Neglect)
-> Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan
menjadi lebih buruk. Termasuk misalnya sering absen, upaya berkurang, dan
kesalahan yang dibuat makin banyak.
4. Kesetiaan (loyalty)
-> Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai
kondisinya menjadi lebih baik.
B.
Waktu
Luang
Pengertian
Dalam bahasa
Inggris waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Kata leisure sendiri
berasal dari bahasa Latin yaitu licere yang berarti diizinkan (To be Permited)
atau menjadi bebas (To be Free). Kata lain dari leisure adalah loisir yang
berasal dari bahasa Perancis yang artinya waktu luang (Free Time), George
Torkildsen (Januarius Anggoa, 2011).
dapat disimpulkan bahwa
waktu luang adalah waktu yang mempunyai posisi bebas penggunaannya dan waktu
tersebut berada diluar kegiatan rutin sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan
secara positif guna meningkatkan produktifitas hidup yang efektif dan pengisian
waktu luang dapat diisi dengan berbagai macam kegiatan yang mana seseorang akan
mengikuti keinginannya sendiri baik untuk beristirahat, menghibur diri sendiri,
menambah pengetahuan atau mengembangkan keterampilannya secara objektif.
Bagaimana Menggunakan Waktu Luang Secara Positif
1.
Buat rencana untuk mengisi waktu luang anda
Jangan Anda
berpikir dalam hal apa yang Anda pikir harus lakukan, tetapi apa yang Anda tahu
akan membuat Anda merasa lebih produktif, terlibat dan puas dalam hidup.
Berikut adalah beberapa cara perencanaan mungkin bagi Anda :
- · Tuliskan daftar hal-hal yang Anda ingin lakukan dalam waktu luang Anda. Anda dapat melakukan cara apapun yang Anda suka, atau memperlakukan semuanya jika itu sama-sama penting, karena itu terserah Anda.
- · Membuat jurnal tentang kehidupan Anda dan mencakup bagaimana Anda ingin menjadi lebih hidup.
- · Buat papan visualisasi yang menetapkan cara-cara di mana Anda ingin menghabiskan waktu luang di masa depan.
2.
Tinggalkan hal-hal kurang bermanfaat
Jika Anda ingin merasakan waktu luang Anda benar-benar berguna, maka anda harus memasukan hal-hal berguna tidak luput dari semangat didalamnya. Alasan untuk ini adalah bahwa waktu luang Anda diperlukan untuk menyegarkan Anda dan meningkatkan energi Anda, kreativitas Anda, dan rasa percaya diri Anda. Jika membiarkan kegiatan duniawi biasa di kehidupan sehari-hari menyusup ke waktu luang Anda dengan dalih semoga menjadi "berguna", Anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari waktu luang Anda dan Anda akan memiliki batasan yang sangat longgar antara waktu bebas dan sisa waktu Anda, sehingga bisa mendevaluasi waktu luang Anda.
3. Memperluas zona kenyamanan
Salah satu cara yang bagus untuk mendapatkan dan menggunakan waktu luang menjadi berguna adalah menemukan hal-hal baru. menemukan sesuatu yang dirasa bahwa Anda memiliki dimensi kepada diri sendiri yang bahkan anda tidak menyadari sebelumnya. Dengan melangkah diluar zona kenyamanan waktu luang Anda menjadi perjalanan yang berguna, membantu Anda untuk tumbuh dan penemuan diri. Selain itu juga dapat membantu Anda untuk tetap tertarik dengan memicu rasa ingin tahu Anda, dan memperluas kesadaran Anda.
Beberapa hal yang mungkin dipertimbangkan untuk melakukan ini meliputi :
- Mencoba hal-hal baru
- Melakukan yang Anda suka pada masa lampau
- Menikmati tantangan yang terlibat dalam memperbarui minat Anda
- Tuliskan sesuatu yang merangsang dan berenergi
- Carilah kegiatan dan pengalaman yang akan membawa Anda
4. Ubah pendekatan untuk
penggunaan media
Matikan TV, radio atau semacamnya dan biarkan keluar dari waktu luang Anda. Pikirkan cara-cara kreatif untuk menggantikan media diwaktu luang Anda. Internet memungkinkan untuk bertanggung jawab atas masukan yang beredar melalui media, menyediakan Anda dengan kesempatan untuk mengubah waktu luang Anda menjadi sarana untuk menjadi kreatif, pesan praktis, atau informatif yang mungkin Anda ingin berbagi dengan dunia. Atau mungkin Anda dapat menulis beberapa puisi atau cerita pendek dan menambahkannya keblog dengan orang yang sedang berseluncur didunia maya. Ini berguna untuk waktu luang, Anda akan menggali kreativitas Anda dan memberi orang lain sesuatu yang mereka dapat menghargai atau belajar dan menikmati dari sebagian hasilnya.
5. Sukarela bersosialisasi
Jika Anda memiliki cukup waktu luang untuk memberikan waktu kepada orang lain yang membutuhkan, kenapa tidak ?. ini bisa menjadi cara yang sangat memenuhi untuk memberikan kembali kepada publik atau masyarakat dan bahkan lebih baik, Anda bisa memilih menjadi relawan apa sesuai dengan apa yang Anda harapkan dan percaya, dan apa yang Anda anggap paling penting. Reputasi melalui relawan menjadi pengalaman yang sangat memuaskan yang membantu banyak orang lain. Beberapa ide untuk bersosialisasi mencakup pekerjaan badan amal, misalnya saja bergotong royong, pekerjaan hewan (penyelamatan hewan atau pelatihan) dan sebagainya. kegiatan ini dapat memberikan diri Anda beberapa variasi baik dalam pengalaman dan orang yang Anda temui.
6. Pertimbangkan reorientasi gaya hidup
Jika menemukan waktu luang Anda
telah terhambat karena harus berurusan dengan rumah besar (pekerjaan rumah
tangga). Mungkin anda perlu bergerak lebih dekat ketempat dimana ada banyak
kegiatan yang Anda lebih suka melakukannya dan yang tidak ditawarkan pada
umumnya. Hindari melihat perampingan karena merampas diri Anda dari suatu
standar tertentu. Setelah Anda membebaskan diri dari kebutuhan tertentu Anda
akan segera belajar bahwa waktu Anda akan terasa lebih bernilai.
Beberapa kegiatan
mengisi waktu luang diantaranya menurut beberapa ahli :
a.
Relaxation Activity (Kegiatan Relaksasi) Menurut Soetarlinah Sukadji
(Triatmoko, 2007) kegiatan relaksasi diantaranya kegiatan relaksasi aktif
misalnya: membetulkan alat rumah tangga atau berbenah rumah, memperbaiki sepeda
motor. Kegiatan tersebut sifatnya produktif cenderung meningkatkan ketrampilan
dan harga diri. Selain itu bisa melakukan relaksasi pasif dengan cara menonton
televisi, mendengarkan musik, dan membaca tulisan ringan. Namun terlalu banyak
melakukan kegiatan relaksasi pasif akan membuat kehilangan waktu untuk kegiatan
yang lebih produktif.
b.
Entertainment Activity (Kegiatan Hiburan) Fine, Mortimer, & Robert
(Broderick & Blewitt, 2006), menyebutkan bahwa kegiatan hiburan atau
rekreasi dapat mempromosikan penguasaan keterampilan, seperti olahraga
partisipasi, hobi, dan kesenian atau mungkin lebih murni rekreasi seperti
bermain video game, melamun atau nongkrong dengan teman-teman Menurut Ahmad H.
Kanzun (2002: 68) Kegiatan olahraga termasuk dalam salah satu kegiatan yang
positif dan terarah. Karena dengan berolahraga, remaja dapat menjaga kondisi
tubuhnya agar selalu sehat dan dapat melakukan segala aktifitasnya.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar