Selasa, 20 Oktober 2015

Kekuasaan


Pendahuluan

      Kekuasaan adalah kemampuan untuk bertindak atau memerintah sehingga dapat menyebabkan orang lain bertindak, pengertian disini harus meliputi kemampuan untuk membuat keputusan mempengaruhi orang lain dan mengatasi pelaksanaan keputusan itu. Biasanya dibedakan antara kekuasaan yang berarti dalam kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sehingga dapat menyebabkan orang lain tersebut bertindak dan wewenang yang berarti hak untuk memerintah orang lain.

     Kekuasaan mengandung suatu potensi/kemampuan yang belum tentu efektif jika dilaksanakan, dan suatu hubungan ketergantungan. Bisa saja seseorang memiliki suatu kekuasaan namun tidak digunakan oleh orang tersebut. Jadi kekuasaan merupakan suatu kemampuan atau potensi yang tidak akan terjadi jika tidak digunakan oleh orang yang memilikinya. Kekuasaan juga merupakan suatu fungsi ketergantungan.




TEORI

      1.       Pengertian Kekuasaan Menurut Para Ahli

a.    House (1984), Kekuasaan adalah kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan dampak atau akibat pada orang lain.

b.      Bass (1990), Kekuasaan adalah potensi untuk mempengaruhi orang lain.

c. Wagner dan Hollenbeck (2005), Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, kemampuan untuk mengatasi (bertahan dari) pengaruh orang lain yang tidak diinginkan.

d.  Robbins dan Judge (2007), Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perilaku orang lain, sehingga orang lain tersebut akan berperilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh orang yang memiliki kekuasaan.

e.      Max Weber, Kekuasaan adalah suatu kemungkinan yang  membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan.

f.        Walterd Nord, Pengertian Kekuasaan ialah suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran energy dan dana yang  tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.

g.    Rusel, Pengertian Kekuasaaan merupakan suatu produksi dari akibat yang diinginkan.

h.    Bierstedt, Kekuasaan  yaitu kemampuan untuk mempergunakan kekuatan.

i.     Rogers, Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah orang atau  kelompok lain     dalam cara yang spesifik, contohnya dalam kekuasaan dan pelaksanaan kerjanya.




2. Sumber-sumber Kekuasaan Menurut French dan Raven

    Untuk memperjelas pemahaman tentang kekuasaan, maka sangat penting untuk memahami berbagai bentuk atau tipe dari kekuasaan. French dan Raven (1993) dalam jurnalnya yang berjudul “The Bases of Power : Origins and Recent Developments”, Journal of Social Science, menyampaikan tipe-tipe power (kekuasaan) dilihat dari sumber atau asal usulnya yaitu reward power, legitimate power, coercive power, referent power dan expert power.
Reward Power, kata kunci dari kekuasaan tipe ini adalah penghargaan (reward). Kekuasaan dalam tipe ini menekankan adanya pendistribusian dan pengontrolan terhadap sumber daya untuk diberikan kepada orang lain sebagai bentuk penghargaan atas kinerja maupun prestasi dan tindakan (Luthans, 2006). Menurut Luthan sesungguhnya penghargaan ini bukan semata-mata menjadi kunci atas kekuasaan terhadap orang lain, mengingat persepsi orang terhadap penghargaan itu bisa positif atau sebaliknya (negative). Misalnya saja promosi atas jabatan tertentu kepada bawahan, jika ini dipersepsikan secara positif oleh bawahan maka pemberi promosi dapat dikatakan memiliki kekuasaan atas bawahannya. Namun jika sebaliknya persepsi bawahan menjadi negative seperti persepsi promosi berarti bertambahnya tanggung jawab dan waktu maka penghargaan ini tidak serta merta menjadi kekuasaan. Berbeda dengan Luthans, Robbins (2006) lebih menekankan reward power ini sebagai bentuk manfaat positif sehingga tidak selalu reward power diwujudkan dalam bentuk materi seperti gaji, promosi, dan jabatan.

    Coercive power, sering disebut kekuasaan paksaan yaitu kekuasaan yang dimiliki oleh seseoran guntuk mempengaruhi orang lain melalui kekuasaan pemaksa, karena mempunyai kedudukan dan posisi yang kuat. Wujud dari kekuasaan ini adalah perintah yang jika tidak dilakukan maka akan ada ancaman, sanksi atau bahkan hukuman. Implikasi dari penerapan kekuasaan ini biasanya berupa tekanan, rasa takut, kurang percaya diri dan stress dari bawahannya. Sulistiyani (2008) menyebutkan bahwa dengan kekuasaan paksaan ini bisa menimbulkan ketaatan manipulative. Resistensi dan penghindaran bisa terjadi karena kekuasaan paksaan ini, misalnya bawahan tidak terbuka dan cenderung berpura-pura atas berbagai tugas maka kalau ini berlanjut keberlangsungan organisasi akan menjadi sangat mengkhawatirkan. Untuk mengurangi efek  negative  tersebut maka penerapan hukuman harus dilakukan dengan pertimbangan yang bijak dengan mengedepankan unsure pendidikan di dalamnya, sehingga bukan untuk menghakimi namun lebih pada proses pendewasaan bawahan.
    Legitimate power, kekuasaan ini bersumber dari posisi formal seseorang, misalnya saja kedudukan structural dalam organisasi yaitu berupa wewenang formal untuk menggunakan dan mengendalikan sumber daya organisasi (Robbins, 2006). Menurut Robbins, posisi wewenang pada kekuasaan ini mencakup reward power dan coercive power sekaligus dalam penerapannya. Implikasi dari kekuasaan legitimate ini adalah kepatuhan bawahan lebih merupakan kewajiban yang harus dijalankan (Luthans, 2006). Lebih lanjut Luthans menyampaikan sumber dari legitimate power yaitu nilai budaya yang kuat, struktur sosial, dan tujuan keagenan dari kelompok yang berkuasa. Misalnya saja pemilik perusahaan memberikan wewenang pada agen dalam bentuk manajer atau dewan direksi untuk mengendalikan dan mengarahkan perusahaannya.
    Referent power, kekuasaan referensi ini merupakan suatu kekuasaan yang bersumber dari referensi yang dimiliki, yaitu sifat-sifat pribadi yang positif, sehingga semakin baik sifat yang dimiliki seorang pemimpin, akan semakin banyak disukai orang lain (bawahan). Kepribadian yang  baikinilah yang menjadi kekuasaan pemimpin tersebut (Sulistiyani, 2008). Wahono (2003) menyatakan bahwa kekuasaan referensi ini adalah kekuasaan yang bersumber dari charisma, karakteristik individu, keteladan atau kepribadian yang menarik. Kekuasaan jenis ini menumbuhkan rasa kagum dari bawahan. Landasan dari kekuasaan jenis ini adalah kepercayaan yang muncul dari inner power sang pemimpin.
    Expert power, kekuasaan ini bersumber dari kemampuan dan professionalitas seseorang. Proses mempengaruhi orang lain terjadi karena keahlian yang dimiliki oleh pemimpinnya. Respek dari bawahan muncul karena pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Misalnya saja konsultan personalia dalam perusahaan maka akan mengarahkan anggota untuk dapat bergerak kearah tujuan organisasi yang telah ditentukan. Contoh lain adalah mahasiswa yang mengikuti pemahaman dosennya karena anggapan dosen itu memiliki kepakaran dalam bidang tertentu.





      Kekuasaan atau power berarti suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang atau merubah orang atau situasi yang berkonotasi positif atau negative. Mendefinisikan kekuasaan sebagai kemampuan individu untuk mencapai tujuannya saat berhubungan dengan orang lain, bahkan ketika dihadapkan pada penolakan mereka  (Gilbert W. Fairholm). Penggunaan kekuasaan secara sistematik menekankan bahwa kapasitas  personal-lah yang membuat pengguna kekuasaan bisa melakukan persaingan dengan orang lain. Kekuasaan terjadi ketika seseorang telah mempunyai saluran terhadap sumber-sumber keuangan, sumber-sumber manusia, teknologi, bahan-bahan, langganan dan sebagainya.




Sumber:

Covey, Stepehen R, The 7 Habits of Highly Effective People (7 KebiasaanManusia yang sangatefektif), edisirevisi, alihbahasaDrs, Budijanto, BinarupaAksara, Jakarta, 1997

MiftahThoha, 2005. Perilaku ORGANISASI (KonsepDasardanAplikasinya). Yang Menerbitkan PT Raja GrafindoPersada: Jakarta.

Senin, 12 Oktober 2015

Mempengaruhi Perilaku

PENDAHULUAN

        Individu atau sekelompok individu yang tidaj sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku secara umum dalam masyarakat sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari , teori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert menurutnya seseorang berperilaku menyimpang karena proses labeling yang diberikan oleh masyarakat kepadanya.
        Labeling adalah julukan, cap, etiket, ataupum kepada seseorang pada awalnya seseorang melakukan perilaku menyimpang, karena adanya label tersebut perilaku menyimpang . Karena adanya label tersebut perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan pada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yanv sangaf mendasar . Perilaku tidak boleh disalah artikan perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain.



TEORI
1. Definisi Pengaruh
    Pengaruh menurut  Kamus  Besar  Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan seseorang. Dari pengertian di atas telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengaruh adalah merupakan sesuatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain. Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang di pengaruhi. Dua hal ini adalah yang akan dihubungkan dan dicari apa ada hal yang menghubungkannya. Di sisi lain pengaruh adalah berupa daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi pengaruh menurut para ahli :

  • Norman Barry

Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya (influence is a type of power in that a person who is influenced to act in a certain way may be said to be caused so to act, even though an overt threat of santions will not be the motivating force).
  • Bertram Johannes Otto Schrieke

Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya.
  • Wiryanto

Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang  dipengaruhi.
  • Albert R. Roberts & Gilbert

Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.



2. Kunci – kunci Perubahan Perilaku

    Membentuk dan Meningkatkan Kualitas Perilaku. Seperti disebutkan , perilaku adalah personality itu sendiri, dan bentuk personality adalah perilaku. Perilaku dibentuk dari keterkaitan antara daya intelektual dan perbuatan. Artinya, bagaimana dia berpikir begitulah dia berbuat, dan sebaliknya. Daya intelektual adalah potensi alamiah manusia yang telah diberikan oleh Tuhan dengan maksud agar manusia dapat menjadi khalifah di muka bumi, sekaligus menjauhkan dirinya dari berperilaku seperti binatang. Daya intelektual ini bisa disebut dengan ‘idealisme’.
Potensi harus digunakan sebaik mungkin. Rasa ingin tahu, banyak memiliki informasi atau mengaitkan informasi dengan fakta yang ada merupakan bagian dari potensi daya intelektual. Jadi, yang harus dilakukan oleh manusia adalah banyak melakukan pembelajaran, kajian ataupun diskusi sehingga memiliki cara pandang tertentu. Dalam hal ini P2KP memiliki metode jitu yang disebut dengan Diskusi Kelompok Terarah (DKT), yakni sebuah pembelajaran dan pendalaman topik guna menghimpun potensi menuju perubahan yang diinginkan.
     Sementara itu, perbuatan adalah aktualisasi kecendrungan manusia terhadap apa yang dipikirkan. Perbuatan yang lahir tidak atas idealisme seseorang bukan merupakan cerminan perbuatan yang dimaksud. Sekali lagi, hal yang kita inginkan adalah perilaku yang tunggal, bukan ganda. Artinya, perbuatan terbentuk dari idealisme yang satu. Jika perbuatan terbentuk dari idealisme lain-lain berartipersonality individu tersebut ‘gado-gado’ atau tidak jelas, bahkan lahir sosok skeptisisme (munafik). Daya intelektual disatukan dengan perbuatan akan melahirkan idealisme sejati.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.



3. Bagaimana Mempengaruhi Perilaku

a. Logical Argument  yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi sebuah data-data yang ditemukan. Hal ini telah disinggung oleh komponen data.

b. Psychological atau Emotional Argument  yaitu pendekatan ajakan menggunakan efek emosi positif dan negatif. Misalnya saja dalam iklan yang menyenangkan, lucu dan maupun yang membuat kita berempati itu termasuk dalam menggunakan pendekatan Psychological Argument yang bersifat positif. Sedangkan iklan yang biasanya membuat kita muak, marah,  menjenuhkan,  itu termasuk pendekatan Psychological Argument dengan efek emosi yang negatif.

c. Argument Based On Credibility yaitu ajakan atau arahan yang akan diikuti oleh comunnicate atau audiens, karena komukiator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidang tersebut.



4. Wewenang

Wewenang dan peran wewenang dalam manajemen
     Wewenang merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan(legitimate power). Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi. Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.

Peran wewenang dalam manajemen.
a.       Wewenang lini (Linie authority) yaitu wewenang yang mengalir secara vertikal. Pelimpahan wewenang dari atas ke bawah dan pengawasan langsung oleh pemimpin kepada staf yang menerimanya.

b.      Wewenang staf (Staf authority) yaitu wewenang yang mengalir ke samping yaitu wewenang yang diberikan kepada staf khusus untuk membantu melancarkan tugas staf yang diberikan wewenang lini. Wewenang staf diberikan karena ada spesialisasi adanya tugastugas menegerial yang terkait dengan fungsi staf seperti pengawasan, pelayanan kepada staf, atau penasihat.





Daftar Pustaka

Munandar, Ashar Sunyoto. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta. Universitas Indonesia
Sarwono, S.W. (2005). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003.pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta







Jumat, 02 Oktober 2015

KOMUNIKASI

 KELOMPOK MELON

PENDAHULUAN

Manusia sebagai mahluk sosial sudah tentu memiliki kebutuhan untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Namun dengan keterbatasan kemampuan menangkap pesan yang disampaikan, antara satu orang dengan yang lainnya akan berbeda.
Setiap manusia butuh untuk berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kodrat manusia yang tak bisa hidup sendiri. Dasar dari komunikasi interpersonal adalah adanya komunikasi antara dua orang atau lebih yang membicarakan topik tertentu. Memang tidak semua orang bisa menjadi seorang komunikator yang baik dan handal. Ada teknik-teknik komunikasi yang harus dipelajari bila ingin bisa diterima dari berbagai kalangan sosial.
Konsep ilmu Komunikasi, keterkaitan psikologi memang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan para Bapak Komunikasi tiga diantaranya adalah pakar psikologi, Kurt Lewin, Paul Lazarzfeld dan Carl I Hovland. Meskipun demikian, komunikasi bukanlah sub-disiplin psikologi. Komunikasi sebagai sebuah ilmu tersendiri memang menembus banyak disiplin ilmu. Bagaimanapun komunikasi merupakan bagian yang essensial buat pertumbuhan kepribadian manusia seperti disebutkan oleh Ashley Montagu. Dan komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Karenanya komunikasi selalu menarik minat psikolog.
         Dalam psikologi komunikasi mempunyai makna yang sangat luas, meliputi segala penyampaian energi, gelombang suara, tanda diantara tempat, sistem atau organisme. Kata komunikasi sendiri dipergunakan sebagai proses, sebagai pesan, sebagai pengaruh atau secara khusus sebagai pesan pasien dalam psikoterapi. Jadi psikologi komunikasi adalah ilmu yang berusaha menguaraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral dalam komunikasi.





TEORI

v    Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli
  • David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 3, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
  •  Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. 
  •  Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.
  • Anwar arifin (1988:17), Komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan komunikasi sebagai proses sosial. Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku.
  •  Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
  • Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) 
  • 7Carl I.Hovland, Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain.
  • Barnlund, 1964, Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
  • Drs. Redi Panuju, Msi (2001:1) Komunikasi merupakan sistem aliran yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi.
  • Aristoteles (ruben, 2002:21) komunikasi adalah alat dimana warga masyarakat dapat berpartisipasi dalam demokrasi.
  • Markman, 1981 : Murphy & Mendelson. 1973, Komunikasi merupakan suatu komunikasi untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.


                                       

  v  Dimensi-Dimensi Komunikasi

Empat dimensi dari proses komunikasi diantaranya:

1.      Isi
Isi adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih.
2.      Kebisingan
Kebisingan adalah tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi.
3.      Jaringan
Jaringan adalah sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Diantaranya ada komunikasi yang bergantung  pada (jaringan satelit). Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa A dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D. Sebagaimana satu bab berikut akan memperlihatkan, bahwa struktur jaringan yang dipergunakan oleh suatu organisasi dapat sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain.
4.      Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah yaitu :
a.  Komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
b.  Komunikasi 2 arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.








PENUTUP
            Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan perilaku mengenai macam - macam gejalanya dan proses mental.
            Dalam sistem komunikasi intrapersonal yang terbentuk dalam: sensasi, persepsi, memori dan berfikir. Sedangkan dalam sistem komunikasi interpersonal membahas mengenai proses komunikasi antar satu orang dengan orang lain ataupun lebih, baik komunikasi publik, massa, dan lain-lain. Kemudian sistem komunikasi massa ialah proses komunikasi melalui media massa, baik media facebook atau media sosial lainnya.
            Psikologi komunikator merupakan proses penyampaian pesan memlalui kesan pertama dan akan dinilai dari penampilan pertama oleh komunikan. Jadi psikologi komunikasi adalah ilmu yang berusaha menguaraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral dalam komunikasi.




Sumber
  •  Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma